Perjalanan DEBM explor di Kota Tegal
4 Hari Perjalanan DEBM explor di Kota Tegal – 11 Desember 2024 saya berkesempatan melakukan perjalanan eksplorasi ke Kota Tegal, sebuah kota yang terletak di pesisir utara Jawa Tengah. Kota ini memiliki pesona yang begitu memikat, dengan kombinasi sejarah yang kaya dan kelezatan kuliner yang menggugah selera.

Perjalanan dimulai dengan mengunjungi Tugu Pahlawan di alun-alun Kota Tegal, sebuah monumen yang mengenang perjuangan rakyat Tegal dalam mempertahankan kemerdekaan. Saya terpesona dengan betapa pentingnya kota ini dalam sejarah Indonesia, Di sekitar alun-alun, saya juga sempat berkeliling melihat megahnya Masjid Agung Kota Tegal dan indahnya sekitaran alun -alun yang begitu rapi dan indah serta banyaknya masyarakat yang berkunjung sekedar melepas penat dan untuk bersantai dan jalan – jalan menikmati sore yang menjelang malam


Setelah puas bekeliling, saya menemukan sebuah jajanan khas yang mengingatkan saya pada masa kecil yaitu Gemblong. Makanan ini merupakan jajanan jadul yang telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner di berbagai daerah, termasuk Tegal. Gemblong terbuat dari ketan yang dibentuk bulat, digoreng, dan diselimuti oleh gula kelapa yang manis dan kenyal. Rasanya yang manis, gurih, dan kenyal, membuatnya menjadi camilan yang sangat disukai banyak orang, terutama bagi mereka yang rindu dengan rasa makanan tradisional.
Setelahnya saya teringat sebuah makanan yang wajib di coba saat berada di kota tegal yaitu Sate Cempe lemu. Sate ini terbuat dari daging cempe (anak) yang empuk dan lezat. Sate cempe Lemu sering dijadikan hidangan spesial oleh masyarakat Tegal, dan rasanya yang unik membuat saya tak bisa berhenti menyantapnya. Makanan ini benar-benar menggambarkan kelezatan kuliner lokal yang sulit dilupakan!



Perjalanan hari ke – 2 di Kota Tegal.
Pagi Itu saya memulai perjalanan saya di Pasar Pagi Tegal, sebuah pasar tradisional yang penuh warna dan kehidupan. Saat matahari baru saja terbit, pasar sudah ramai dengan pedagang dan pembeli yang sibuk bertransaksi. Di sini, saya bisa menemukan segala macam bahan pangan segar dan jajanan tradisional yang menggugah selera.
Saya berhenti sejenak di sebuah warung yang menjual Kupat Bongkok, makanan khas Tegal yang terdiri dari lontong, mi kenyol, dan tauge pendek yang dihidangkan bersama kare tempe. Perpaduan tersebut membuatnya berbeda dari kuliner kupat-kupat lainnya. Rasanya begitu gurih dan menyegarkan, cocok untuk sarapan pagi.
Setelah puas menikmati kupat bongkok, saya melanjutkan perjalanan menuju Pokanjari, sebuah kawasan yang terkenal dengan jajanan khasnya. Di sini, saya mencicipi beberapa makanan jajanan pasar yang menggugah selera, kemudian saya juga mencicipi Kue Tempel, kue tradisional berbahan dasar ketan yang dibungkus daun pisang dan dipanggang hingga aroma wangi menggoda. Kue tempel ini memiliki rasa manis dan kenyal, sangat cocok dipadukan dengan secangkir teh hangat. Suasana pagi di Tegal begitu menyenangkan, dipenuhi dengan kehangatan masyarakat dan kelezatan kuliner yang tak bisa ditemukan di tempat lain.



Siang pun tiba dan saya memulai perjalanan dari Kota Tegal menuju Kota Slawi, ibukota Kabupaten Tegal. Perjalanan dimulai dengan melewati Tugu Kabupaten Tegal, yang terletak di perbatasan kota. Melihat tugu itu, saya merasa semakin dekat dengan identitas kota yang penuh semangat juang.
Lalu, perjalanan dilanjutkan melalui Lotte Grosir, sebuah pusat perbelanjaan besar yang menjadi landmark di Kabupaten Tegal. Meskipun saya berhenti sejenak, melihat gedung besar ini memberi kesan modern di tengah kota yang kental dengan budaya tradisionalnya.
Tak lama setelah itu, saya memasuki kawasan Tugu Poci. Tugu ini adalah simbol kebanggaan bagi masyarakat Slawi dan Kabupaten Tegal, dengan desain unik yang sangat khas. Tugu Poci terletak di salah satu titik strategis di kota, dan saya berhenti sejenak untuk berfoto di sana. Pemandangan sekitar cukup asri, dengan jalan-jalan yang bersih dan tertata rapi.
Akhirnya, perjalanan saya sampai di Masjid Agung Slawi, sebuah masjid megah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan di Kota Slawi. Saya terkesima dengan arsitektur masjid yang indah dan suasana yang tenang. Banyak warga sekitar yang datang untuk beribadah atau sekadar bersantai di halaman masjid. Keindahan dan ketenangan masjid ini membuat saya merasa damai, seolah seluruh perjalanan saya menuju Slawi ini membawa saya pada pengalaman spiritual yang mendalam.



Setelah istirahat sejenak sepertinya tak lengkap rasanya tanpa mencicipi Nasi Lengko, di slawi ada tempat yang cukup terkenal dengan makanan nasi lengkonya yang enak dan sedap, nasi lengko Raswi namanya , Nasi lengko adalah hidangan sederhana yang terdiri dari nasi, tahu tempe, sayur kubis, dan sambal, yang menggugah selera dengan kombinasi rasa yang pas.
Saat malam tiba, saya memutuskan untuk mengakhiri hari dengan petualangan kuliner malam. Tujuan saya adalah mencari dua kuliner legendaris yang menjadi kebanggaan kota ini yaotu Sate Batibul dan Souto.
Perjalanan dimulai menuju sebuah warung, tempat yang sudah dikenal oleh para pencinta kuliner Tegal. Saya memesan Sate Batibul, sebuah sate khas yang menggunakan daging kambing usia tiga bulan sesuai dengan namanya BATIBUL (Bayi Tiga bulan). Sate Batibul ini berbeda dari sate biasa, karena dagingnya lebih tipis dan lebih beraroma karena dibakar dengan teknik khusus. Setiap potongan daging terasa sangat empuk, gurih, pas di lidah. Setiap gigitan sate ini terasa kenyal dan kaya rasa, membuat saya terus ingin menyantapnya hingga habis.
Setelah puas menikmati Sate Batibul, saya melanjutkan perjalanan ke warung lain yang terkenal dengan hidangan Souto. Souto adalah sejenis soto khas Tegal yang memiliki rasa yang unik dan kaya. Berbeda dengan soto biasa. Kuahnya terasa segar dan sedikit gurih, dengan potongan ayam, daging, ataupun babat yang empuk dan bahan pelengkap lainya. Salah satu yang membuat Souto berbeda adalah rasa gurih dari kuah kaldu ayam yang terasa lebih kental dan kaya akan rempah. Saya menikmati setiap suapan Souto



Perjalanan hari ke 3
Pagi itu, saya memutuskan untuk mencoba sarapan khas Nasi Bogana di Slawi. Rasa gurih dan banyaknya lauk serta pedasnya sambal membuat sarapan pagi saya sangat nikmat. Nasi Bogana ini menggugah selera dan memberikan energi untuk memulai hari di kota yang tenang ini.
Perjalanan selanjutnya saya menuju Wisata Guci, salah satu destinasi terkenal di Kabupaten Tegal, dimulai dari Kota Slawi dengan pemandangan yang semakin menarik saat mendekati kawasan kaki gunung Slamet. Sepanjang perjalanan, saya melewati beberapa ikon unik yang membuat perjalanan terasa semakin menyenangkan. Salah satunya adalah Tugu Bawang Putih, sebuah tugu ikonik yang berdiri kokoh di pertigaan tuwel, menjadi penanda bahwa saya sudah memasuki dekat dengan Wisata Guci.



Akhirnya, saya sampai di Wisata Guci, yang terkenal dengan pemandian air panas alamnya. Di sini, saya bisa merasakan kehangatan air yang berasal dari mata air pegunungan, yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Udara sejuk dan pemandangan alam yang asri menambah kenyamanan, membuat saya betah berlama-lama di kawasan ini. Di sekitar pemandian, banyak terdapat penginapan sederhana dengan pemandangan alam yang menenangkan.
Setelah berkeliling dan menikmati suasana, saya pun merasa lapar dan mencari hidangan khas setempat. Sate Kelinci menjadi pilihan yang sempurna. Daging kelinci yang empuk dibumbui dengan rempah khas, kemudian dipanggang sempurna dengan aroma yang menggoda. Setiap gigitan sate kelinci terasa sangat lezat, dengan rasa daging yang gurih dan sedikit manis dari bumbu kacang. Rasanya sangat berbeda dari sate biasa, memberikan pengalaman kuliner yang khas dan tak terlupakan.
Perjalana hari ke 4
Perjalanan terakhir saya di Tegal dimulai dengan kunjungan ke Pasar Ikan Pelabuhan Tegal, sebuah pasar tradisional yang terletak di dekat pelabuhan. Saat saya tiba, suasana pagi yang segar langsung menyambut dengan deretan pedagang yang menjual ikan segar hasil tangkapan para nelayan. Pasar ini selalu ramai dengan aktivitas perdagangan ikan, mulai dari ikan laut hingga hasil laut lainnya, yang didatangkan langsung dari perairan sekitar. Suara riuh pedagang dan pembeli serta aroma laut yang khas membuat pengalaman di pasar ini sangat menyenangkan.
Setelah puas mengunjungi pasar, sebelum pergi ke kota berikutnya saya mencoba beberapa makanan jadul dan ga tau apa anamaya dan beliau sudah lama jualan hampir 30 tahun lebih. saya juga mencoba Kupat Bongkok dan tak kalah menarik, saya juga mencoba Rujak Teplak.
Perjalanan ke Kota Tegal memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Kota Tegal mungkin kecil, tetapi menyimpan banyak pengalaman berharga. Suasananya yang damai, budaya lokal yang kuat, dan kuliner khas yang menggoda menjadikannya destinasi yang layak untuk dijelajahi. Sebuah perjalanan yang benar-benar memuaskan hati dan perut!



Catatan DEBM by #snj