Perjalanan di mulai dari stasiun Bandung menuju stasiun Pekalongan, perjalanan menempuh selama kurang lebih 6 jam dan sampe stasiun Pekalongan saat itu jam 12 malam, saat waktu pagi tiba saya langsung melakukan perjalan di sekitar Pekalongan dan tempat pertama yang saya kunjungi adalah Tugu selamat datang Pekalongan dan cuacanya pada hari pertama lumayan cerah

Di Karenakan belum sarapan dan udah lapar akhirnya makan soto khas Pekalongan yaitu Soto Tauto isinya ada daging ayam dan daging sapi lalu kuah nya yang gurih sangat enak dimulut. Namanya adalah Soto Bang Dul 2 lokasinya dekat stasiun Pekalongan di samping jalan, kebetulan pemiliknya tau DEBM jadi kita berfoto bersama pemiliknya

Setelah selesai sarapan saya melanjutkan perjalanan di sekitar alun alun Perkalongan, saya naik gojek dari hotel menujut Alun alun untungnya perjalanan tidak terlaku jauh dan cuma memakan waktu beberapa menit untuk tiba di Alun alun,terdapat Plaza yang jadi tempat belanjanya orang Pekalongan, lalu ada juga masjid di sekitaran Alun alun.



Karna udah lapar mimin makan sesuai rekomen warga Pekalongan yaitu Garang Asem, lokasinya berada di depan alun alun Pekalongan untuk harganya di kisaran 40 ribuan saja udah bisa menikmati daging sapi dengan bumbu yang khas rasanya pedas tapi enak sekali, setelah makan mimin minum minuman yang lejend di Pekalongan yaitu Es Santan Campur Kauman yang lokasinya berada di dekat lampu merah yang terdapat buah durian di dalamnya rasanya sungguh nikmat sekali di cuaca Pekalongan yang panas.


Setelah berkeliling lama mimin lanjut ke tempat Monument Djuang 45, disini monument nya tinggi sekali disini tempatnya sejarah pada waktu penjajahan dulu, yang di kelilingi dengan pohon pohon yang rimbun. Monumen ini jadi saksi sejarah waktu zaman penjajahan dahulu.

Pada waktu sore hari mimin di rekomendasikan untuk Sego Megono yang merupakan kebanggaan warga Pekalongan, rasa nasi dan megono yang bercampur ditambah tempe mendoan menambahkan cita rasa yang nikmat sekali. Buat yang ingin tau namanya Warung Lesehan Bu Gesti kebetulan si pemiliknya tau dan mengikuti perjalanan saya selama di Pekalongan, harganya murah meriah cocok buat mengenyangkan perut.

Waktu malam sudah tiba dan hujan mulai turun mimin mampir ke food court yang berada tak jauh dari hotel, di food court ini banyak banget pilihan makanan yang bisa dicicipi kemudian mimin memesan Soto Tengah Wengi ditambah dengan sate usus sungguh perpaduan yang sempurna. Harganya terbilang sungguh murah untuk ukuran soto dan rasanya gak bisa dipungkiri sangat enak dan bikin kenyang perut. Setelah selesai makan saya pun pulang ke hotel dan beristirahat . Begitulah perjalanan saya pada hari pertama di Pekalongan dan masih ada hari berikutnya.

Pada hari selanjutnya di pagi hari yang cerah mimin masih melanjutkan perjalanan di Pekalongan, kali ini mimin ditemani seorang pemilik drone yang kebetulan tau tentang DEBM disni tempat pertama di hari kedua yang dikunjungi adalah Pasar Grogolan yang terletak di Grogolan.

Suasana pasar yang ramai karna memang waktu itu bertepatan dengan hari Natal. Hal yang pertama mimin cari adalah kue apem, lalu kemudian ada megono yang masih mentah dan ada kecombrang yang baru pertama kali mimin liat.

Habis selesai di pasar perjalanan dilanjutkan tapi karna perut sudah mulai keroncongan tidak lupa mimin makan Sego Megono ditambah tempe mendoan karna rasanya nikmat sekali sampe mimin makan berkali kali, sehabis makan mimin lanjut ke tempat perbatasan Pekalongan dan Batang.

Pas di perjalanan mimin tidak sengaja lewat ada Terminal Pekalongan, ada banyak orang yang berpergian kemudian setelah berjalan lebih jauh mimin melihat ada Pengadilan agama dan juga Jembatan yang jadi penghubung jalan, di sepanjang jalan mimin menemukan orang yang berjualan durian.

Karna sudah waktunya makan siang, mimin makan Bakso Handayani yang rasanya bikin gurih dan bikin nagih, bakso nya terkenal sekali di Pekalongan sampai pas waktu mimin makan ada banyak orang databg dan makan bakso juga

lalu mimin melanjutkan perjalanan menuju Pantai Pasir Kencana dan melewati simpang 5, di Pantai Kencana banyak banget pengunjung yang datang tidak lupa mimin mengabadikan beberapa foto untuk di unggah di sosial media. Angin di pantai sangat kencang dan Mimin juga langsung mengambil take video drone disana dan tidak lupa angin Pekalongan untuk dibawa pulang.

Waktu sore pun sudah tiba waktunya mimin melanjutkan perjalanan, tidak diduga mimin melewati pasar Banjarsari yang lagi renovasi ulang karna dulu pernah terjadi kebakaran. Perut udah mulai lapar lagi akhirnya makan Soto Tauto yang jadi kebanggan warga Pekalongan.
Perjalanan mau pulang tidak sengaja mampir ke Taman Jetayu, suasananya sangat ramai orang orang Pekalongan pasti pada kesini banyak orang berjualan dan juga ada anak anak yang bermain bola, lalu ada tulisan BATIK yang jadi kebanggan warga Pekalongan, di sekita taman Jetayu terdapat beberapa tempat ibadah dari berbagai agama, lalu terdapat Museum Batik yang ciri khas Pekalongan

Hari sudah mulai gelap mimin mampir lagi ke food court sesuai request pemilik Soto Tengah Wengi kali ini mimin mampir di Tan Soe Narto, di tempat ini mimin makan malam dengan susu ketan, sekoteng dan masih banyak lainnya rasanya nikmat sekali cocok banget makan ini di cuaca Pekalongan yang lagi hujan. Usai sudah perjalanan mimin pada hari kedua di Pekalongan.

Pada hari ketiga pas pagi hari nya mimin di rekomendasikan oleh warga Pekalongan buat makan Sego Otot, isinya terdiri dari nasi dan juga otot otot dari sapi atau kerbau, kekenyalan pada otot otot sapi sapi atau kerbau nya yang menggiurkan lidah pemakan

Setelah selesai makan Sego Otot mimin lanjut pindah ke hotel yang lebih tinggi, sekalian bisa melihat pemandangan kota Pekalongan dari atas dan melihat kereta pergi dan pulang di stasiun Pekalongan

Melanjutkan perjalanan saya langsung pergi ke sekitar Grogolan di sekitar lampu merah grogolan terdapat kue yang khas sekali di Pekalongan yaitu Kue Bapel, isiannya ada potongan pisang dan adonan kue wafel rasanya enak sekali karna kue bapel nya dibakar jadi unik sekali menambah cita rasa enak nya kue bapel khas Pekalongan ini.

Setelah selesai makan kue bapel perjalanan dilanjutkan menuju Oriental Limun Factory yang berada di belakang Taman Jetayu. Lalu saya memesan beberapa minuman oriental untuk rasanya jangan ditanya, menyegarkan sekali ditambah dengan es batu yang bikin rasanya makin segar, tidak lupa beli beberapa untuk dibawa ke hotel.

Lalu saya menghabiskan waktu di sore hari di sekitar Taman Jetayu dan tidak lupa untuk sholat di masjid yang ada di sekitar Taman. Selesai waktu maghrib saya melanjutkan perjalanan menuju Rumah Makan Kalong tidak sangka sangka ramai sekali sampe antrian membludak orang orang berburu makan, dan aneka ragam menu makanan pun tersaji di tempat ini. Setelah selesai makan saya pun mampir ke Alun Alun Pekalongan ternyata terdapat Pasar Malam di alun alun tersebut banyak aneka mainan mainan yang bisa dicoba, ramai sekali orang orang datang ke Alun alun karna untuk pertama kali nya saya kesini tidak hujan pas malam hari, banyak aneka jajanan dan warung makan yang berjejer dari semua sisi, saya pun mengambil beberapa gambar, lalu saya naik ke atas Hypermart untuk melihat keseluruhan Alun alun yang di malam hari menyala sekali

Perjalanan hari ke 3 pun selesai, kemudian saya langsung pulang dan beristirahat di hotel sambil melihat pemandangan Pekalongan dari atas hotel
Pada hari ke 3 waktu pagi hari saya langsung bergegas pergi ke alun alun Pekalongan, saya langsung saja berjalan di lampu merah dan menemukan Sate Ayam Bu Nik, kemudian sarapan pagi kali ini ditemani dengan sate dan lontong, rasanya sungguh nikmat sekali ditambah dengan bumbu kacangnya, setelah selesai makan ternyata pemilik sate nya tau dan pernah berfoto juga waktu debm kunjungan ke Pekalongan kemudian berfoto lagi dan mengabadikan beberapa gambar.

Masih di sekitaran alun alun dan tidak sengaja lewat Kampung Batik Kauman yang terkenal dengan batiknya dan berjalan jalan di dalam kampungnya. Perjalanan di lanjutkan menuju Area Stadion Hoegeng disini terdapat patung Jendral Polisi Hoegeng yang terkenal di Indonesia, saya langsung mengitari sekitaran stadion dan tidak lupa untuk masuk kedalam stadion untuk melihat besar dan luasnya stadion Hoegeng.


Masih di sekitaran Stadion Hoegeng ternyata di sampingnya terdapat Kawasan Kuliner Djadoel namun ternyata isinya tidak seramai itu, cuma beberapa warung yang buka.
Setelah selesai berjalan jalan, saya langsung makan siang saja yaitu soto tauto lagi karna emang rasanya sangat nikmat sekali

Setelah selesai makan, saya pun tidak lupa untuk mampir ke Museum Batik yang ada di Pekalongan, museumnya sangat besar sekali banyak berbagai aneka batik dari seluruh Indonesia terpajang disini, ada juga samping samping khas kota yang ada di Indonesia lalu berbagai alat untuk membuat batik itu sendiri

Lalu setelah berkeliling lama di Museum Batik dan melihat cara pembuatannya juga tidak sadar perut sudah keroncongan lalu saya pun membeli Nasi Megono lagi untuk mengganjal perut yang lapar

Tidak terasa sudah hari terakhir saja di Pekalongan, lalu saya pun tidak lupa untuk pergi mampir ke Pasar Batik Setono, di pasar ini surga nya batik khas Pekalongan, semuanya ada disini dan harganya pun bervariatif

Setelah berkeliling di dalam pasar saya pun lupa bahwa belum sarapan lalu saya pun sedikit berjalan lagi di daerah sekitar pasar ada Warung Gareng Asem lalu saya pun makan lagi

Setelah selesai makan saya pun melanjutkan perjalanan, karna sudah hari terakhir saya pun tidak lupa untuk membeli oleh oleh dari Pekalongan, banyak banget oleh oleh khas Pekalongan disini saya pun memborong beberapa oleh oleh untuk dibawa pulang ke rumah.

Perjalanan di Pekalongan pun berakhir disini, banyak banget hal yang baru saya temui di Pekalongan ini, orang orangnya ramah sekali, makanannya enak semua, dan respon warganya pun sangat antusias dengan kedatangan DEBM, terima kasih banyak Pekalongan semoga bisa kesini soalnya banyak hal yang belum saya temui disini, Sampai jumpa lagi Pekalongan, Pekalongan Dahsyattt!!!!
