5 Hari 4 Malam Brebes

Perjalanan ini merupakan perjalanan saya yang pertama, kebetulan Kabupaten Brebes sendiri merupakan tempat kelahiran ayah kandung saya, dan yang pastinya saya memiliki banyak saudara di sana untuk menemani perjalanan saya selama di Brebes.

Perjalanan pun di mulai dari tanggal 1 November dan saya berangkat menggunakan kereta api, untuk jadwal waktu pemberangkatan kereta saya yaitu pada pukul 5 sore dan saya akan melakukan perjalanan menuju Brebes kurang lebih 5 jam.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam, akhirnya saya pun tiba di Brebes pukul 10 malam, senang rasanya bisa sampai juga di kota tujuan dengan selamat namun sayangnya hari sudah begitu malam dan saya pun lanjut untuk istirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan di esok hari.

Keesokan harinya, saya pun mulai menuju ke Alun-Alun Brebes untuk mengabari pemirsa di FB dan meminta rekomendasi kuliner yang ada di Brebes, banyak yang me-rekomendasikan saya untuk mencoba Kupat Glabed dan Sate Blengong, namun sayangnya makanan tersebut hanya ada di sore hari dan juga malam hari.

Sambil menunggu sore hari untuk mencoba makanan khas Brebes tersebut, saya melanjutkan perjalanan terlebih dahulu dan di tengah perjalanan saya menemukan banyak warga Brebes yang lagi panen bawang merah, saya pun masuk dan melihat beberapa prosesnya.

Setelah itu saya pun melanjutkan perjalanan ke salah satu rest area yang terkenal di Brebes dan merupakan bangunan lama yang dulunya adalah pabrik gula, di sana pun banyak toko oleh-oleh dan tempat lainnya, termasuk masjid yang bangunan nya sangat unik dan juga sangat mewah.

Tak lama kemudian saya melanjutkan lagi perjalanan untuk mencari tempat proses produksi telur asin yang merupakan salah satu makanan khas nya Brebes, tetapi setelah saya menemukan salah satu tempatnya ternyata produksinya sudah hampir selesai karena hari pun sudah mulai sore.

Saya pun ditawari untuk mencicipi telur asin yang asli produksi hasil sendiri, ada dua pilihan telur asin rebus dan juga telur asin asap.

Selanjutnya saya pun melanjutkan perjalanan untuk mencari makan siang karena perut sudah mulai terasa lapar, dan saya pun menemukan salah satu tempat makan prasmanan bebek dan ayam kampung mas budi, karena perut sudah lapar akhirnya saya memutuskan untuk mampir dan makan siang di sana.

Sambil menunggu sore hari saya pun istirahat dulu sejenak lalu ketika sudah sore hari saya pun mampir lagi ke Alun-alun Brebes karena banyak kulineran sore-malam disana. dan saya pun mencoba makanan yang di rekomendasikan oleh warga Brebes dan merupakan makanan khas nya Brebes yaitu Sate Blengong dan Kupat Glabed.

Setelah mencoba kulineran di sana ternyata tak terasa hari pun sudah mulai gelap, dan saya memutuskan untuk kembali beristirahat dan melakukan perjalanan di esok hari.

Ke esokan harinya di pagi hari saya pun mulai lagi perjalanan dan menuju ke pasar Brebes, ketika masuk ke dalam nya suasana pun sangat ramai.

Saya juga menemukan banyak jajanan unik yang ada di pasar Brebes tersebut, diantaranya, Getuk Lindri, Brondong, Ketan Pencok dan masih banyak lagi jajanan lainnya.

Getuk Lindri
Brondong
Ketan Pencok

Setelah saya keliling pasar Brebes, saya pun melanjutkan perjalan untuk menuju ke pasar Minggu yang terletak di Islamic Center Brebes.

Di sini juga saya menemukan jajanan tapi saya lupa nama makanan ini.

Dilanjutkan sarapan pagi karena perut terasa sudah lapar dan membeli sarapan dengan nasi ponggol.

Setelah sarapan saya melanjutkan perjalanan menuju tempat proses produksi telur asin yang kemarin sudah saya kunjungi.

di sana pun saya banyak melihat proses nya diantaranya: mencuci telur, penyortiran telur, pengasinan telur dan di diamkan selama kurang lebih 15 hari, dilanjutkan dengan proses perebusan atau peng asapan telur asin.

Mencuci Telur
Penyortiran Telur
Pengasinan Telur
Perebusan Telur

Setelah selesai melihat proses produksi telur asin saya pun melanjutkan perjalanan dan tak terasa ternyata hari pun sudah mulai siang, selama di perjalanan saya pun tidak sadar ternyata perjalanan saya sudah begitu jauh sampai ke perbatasan Brebes-Cirebon sekaligus perbatasan Jabar-Jateng.

Pas di tengah perjalanan saya pun melihat banyak perahu besar yang ada di pinggiran sungai dekat rumah warga sekitar.

Saya pun melanjutkan perjalanan karena telah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan perut pun sudah terasa lapar, akhirnya saya memutuskan untuk mengisi amunisi terlebih dahulu di suatu tempat makan terkenal yang ada di sini.

Setelah makan siang saya pun istirahat sejenak dan tak terasa hari pun sudah mulai sore menuju malam dan di guyur hujan di Brebes, karna lagi hujan enaknya sambil minum teh hangat depan teras rumah.

Tak lama kemudian hujan pun mulai reda dan saya memutuskan untuk mencari makan malam karena perut sudah mulai lapar, di perjalanan saya menemukan rumah makan yang bangunan nya sangat indah, saya pun memutuskan untuk mampir ke rumah makan tersebut.

Setelah saya mencicipi makanan tersebut saya pun memutuskan untuk kembali beristirahat dan akan melakukan perjalanan kembali di esok hari.

Ke esokan harinya saya mampir ke salah satu supermarket yang terkenal di Brebes.

Selain itu saya juga mampir ke toko kue basah yang sudah terkenal juga di Brebes.

Ketika saya melanjutkan perjalanan saya pun melihat salah satu toko yang ada patung kodok, konon katanya patung ini tetap berdiri sejak awal pembangunan dan tidak pernah di bongkar meskipun toko tersebut di renovasi, dan patung ini pun sudah legend yang ada di Brebes.

Karena ini hari terakhir saya di Brebes tidak lupa untuk mampir ke toko oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Malam pun tiba dan saya melakukan persiapan untuk pulang di esok hari dan lanjut untuk ber istirahat.

Pagi pun tiba dan saya bersiap kembali untuk pergi ke stasiun.

Tidak lupa saya berfoto di alun-alun untuk hari terakhir yang sangat berkesan, terimakasih banyak Brebes selama kurang lebih 4 hari saya keliling disana, semoga suatu hari nanti bisa kembali kesana dan bisa mengunjungi lagi banyak tempat yang belum sempat saya kunjungi di sana.

Tiba lah saya di stasiun.

Tak lama kemudian saya pun duduk di kereta untuk menikmati pemandangan dan menunggu sampai di Bandung.

Terimakasih banyak atas sambutan nya warga Brebes yang sangat baik dan juga ramah, sampai jumpa lagi dan semoga nanati bisa kembali kesana.

Leave a Reply