Hallo warga Pangkalan Bun, pada awal Desember kemarin aku berkesempatan untuk berkunjung ke salah satu kota di Kalimantan Tengah lebih tepat nya di Kota Pangkalan bun. Sangat tidak menyangka kalau aku bisa berkunjung ke kota ini. Banyak sekali pengalaman seru dan tidak terduga selama perjalanan 4 hari ku di Pangkalan Bun yuk kita kilas balik perjalanan ku selama di Pangkalan Bun.
Pada tanggal 01 Desember 2024 aku berangkat dini hari dari Kota Bandung menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta lebih tepat nya pukul 00.00 dini hari aku sudah berada di Terminal Bus Prima Jasa Batununggal untuk mengikuti jadwal menuju Bandara Pada Pukul 01.00 dini hari. Karena penerbangan ku jam 06.00 dan perjalanan dari Bandung menuju Bandara lumayan jauh jadi aku memutuskan untuk berangkat pada jam 01.00 dini hari. Setelah menunggu 1 jam lama nya di Terminal akhirnya aku berangkat juga dari Bandung menuju Bandara, dan berhubung masih sangat pagi sekali dan jalanan terpantau sepi yang biasanya memerlukan kurang lebih 4 jam ini hanya memerlukan waktu 2 jam 30 menit, jadi sekitar pukul 03.30 aku sudah sampai di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Berhubung aku belum sempet makan akhirnya aku makan sambil menunggu jam keberangkatan, dan tak terasa jam sudah menunjukan pukul 05.30 aku segera ke tempat menunggu dan segera masuk ke pesawat. Selama di pesawat aku sangat gugup karna aku sangat excited sekali untuk datang ke kota ini, di tambah antusian dari warga Pangkalan Bun yang membuat aku sangat bersemangat. Setelah 1 jam lama nya akhirnya aku sampai di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Pagi itu sekitar jam 07.30 aku sudah sampai di Pangkalan Bun aku langsung berkeliling sebentar dan aku melihat ada Bundara Pancasila yang sanagat amat besar dan terdapat tulisan besar yang bertuliskan PANGKALAN BUN, aku langsung mengambil kamera dan memotret tugu tersebut. Karna aku masih ingin melihat jadi aku mampir sebentar dan kebetulan karna hari itu hari minggu sudah pasti di semua daerah mengadakan CFD jadi aku mampir sebentar ke CFD yang berada di Taman Kota Manis. Disana terdapat banyak jajanan dan warga pangkalan bun yang sedang berlari, makan dan juga bermain.


Tidak berlama lama karna aku sudah sangat lelah jadi aku memutuskan untuk istirahat di rumah salah satu teman ku yang kebetulan dia berdomisili di Pangkalan Bun dan selama disana aku selalu di temani oleh teman ku ini. Saat sampai di rumah nya kebetulan keluarga nya sedang memasak salah satu makanan khas Pangkalan Bun yaitu Coto Manggala. Coto tersebut terbuat dari Manggala atau sering kita sebut Singkong, Coto ini memiliki rasa yang khas dengan kuah kental dari Singkong dan rempah rempah yang sangat melimpah serta di sajikan dengan potongan ayam di tambah nasi dan sambel sudah sangatt nyaman banarrr. Pertama kali coba aku sudah sangat suka dengan Coto Manggala ini sampai sampai aku makan 3 hari berturut turut makan Coto Manggala ini.

Disini aku lihat langsung proses pembuatan Coto Manggala ini tetapi tetap saja kalau aku yang membuat tidak akan seenak buatan warga Pangkalan Bun itu sendiri. Setelah membuat Coto Manggala dan beristiarahat sebentar pada sore hari aku langsung mengunjungi rumah produksi kerupuk basah khas Pangkalan bun. Tetapi untuk sampai di rumah produksi tersebut aku harus pergi menggunakan Klotok/Perahu yang ada di sekitaran Sungai Arut. Pertama kali aku mencoba menaiki Klotok tersebut sedikit ngeri ngeri seru karna kebetulan air sedang tinggi karna sudah memasuki musim hujan.

Tak lama menaiki Klotok tersebut akhir nya aku sampai di rumah produksi Kerupuk Ikan Acil Mimi. Disana aku lihat langsung proses pembuatan kerupuk dari menggiling ikan, di campur terigu hingga menjadi adonan lalu proses perebusan dan pewarnaan, pemotongan, penjemuran hingga selesai menjadi kerupuk, dan rasa nya beneran enak banget dan rasa ikan nya pun terasa banget sampe aku membeli banyak untuk aku jadikan oleh oleh untuk orang terkasih dirumah.
Setelah aku melihat proses pembuatan kerupuk ikan perut mulai keroncongan lagi, disini aku membeli nasi kuning yang katanya cepet banget habis nya karna rasa nya yang enak banget. Ada berbagai macam rasa seperti ayam, hati dan ikan. Untuk ikan nya disini menggunakan Ikan Haruan yang katanya hanya ada di Kalimantan Tengah. Pantas saja nasi kuning ini sangat cepat habis karna rasanya yang beneran enak dan beda dengan nasi kuning yang sering aku makan.
Setelah aku makan nasi kuning aku langsung menikmati indah nya malam di Pangkalan Bun, disini aku mencari kuliner kerupuk basah bakar yang lokasi nya berada di sekitaran Bundara Pancasila. Disini aku membeli beberapa tusuk kerupuk basah bakar dan juga tempe bakar yang ternyata rasa nya bener bener di luar ekspetasi karna bener bener enak banget. Setelah makan aku berjalan jalan menyusuri Jalan Iskandar yang merupakan salah satu Jalan Utama yang ada di Pangkalan bun.
Tak terasa waktu sudah sangat malam akhir nya aku memutuskan untuk kembali kerumah teman ku dan beristirahat.
Di pagi hari ini aku bangun sangat pagi sekali karna aku mau membeli beberapa kue basah atau disebut juga Wadai. Setelah 15 menit akhir nya aku sampai dan disana terjual banyak sekali Wadai Khas Pangkalan Bun yang aku sendiri lupa nama nya tetapi semua rasa nya sangat enak sekali.
Setelah aku membeli Wadai disini juga aku mencoba makanan yang mungkin di semua kota ada tetapi cara makan disini yang sangat unik. Disini ada paman pentol yang menjual pentol baso kecil kecil pada umumnya tetapi cara makan nya itu langsung makan di gerobak mang nya atau kalau disini di sebut nya “Nyucuk” jadi kita tusuk pentol nya lalu masukan ke dalam pilihan saus ada saus pedas dan manis lalu tinggal kita makan hangat hangat karna baru kita ambil dari panci paman nya. Selain pentol biasany paman nya pun menyediakan tahu pentol, lemak sapi dan juga menjual es teh. Dan rata rata makanan ini di jual seharga 1.000 rupiah, setelah selesai makan tinggal kita sebutkan habis berapa pentol dan jangan sampai makan 10 ngaku 5 yaa guys hahaha

Perut terasa kenyang karna aku menghabiskan sangat banyak pentol, mungkin karna makan langsung di tempat jadi ga kerasa aku makan sekitar 15 pentol hahaha. Setelah kenyang aku langsung melanjutkan perjalanan ke pinggir Kota Pangkalan Bun. Disini aku pergi ke Pantai Sebuai Timur disini aku jalan jalan pinggir pantai sambil menikmati lapat (ketupat yang di siram bumbu kacang). Dan di pantai ini juga aku mengambil gambar untuk di liput menggunakan drone agar indahnya Pangkalan Bun terlihat dari atas. Setelah kurang lebih dua jam aku menghabiskan waktu di pantai ini akhir nya aku kembali ke Kota Pangkalan Bun karna perut sudah mulai keroncongan.

Sekitar kurang lebih 30 menit lama nya akhir nya aku sampai di Kota Pangkalan Bun lagi dan disini aku mampir ke tempat makan yang memiliki experience baru yaitu makan di rumah makan yang mengapung di atas sungai. Warga Pangkalan Bun pasti tau rumah makan ini, betull ini Rumah Makan Apung Kita Jua yang lokasi nya ada di Jalan Teringin. Disini menjual banyak sekali makanan Khas Pangkalan Bun yaitu ikan lain, ikan senangin, ikan seluang, cacapan mangga, timun bersantan, mandai goreng, sambal lucung, sambal serai dan masih banyak lagi. Jangan di ragukan lagi guys semua makanan disini sangat enak enak dan sangat murah meriah. Dengan pesanan sebanyak ini aku hanya menghabiskan 351.000 rupiah saja.

Setelah kenyang menikmati makanan di sana aku pun langsung melanjutkan pengambilan gambar menggunakan drone dan mengejar cuaca yang sudah sangat gelap. Disini aku melanjutkan untuk mengambil gambar salah satu Tugu kebanggaan Warga Pangkalan Bun yaitu Tugu Tudung Saji yang berlokasi di Jalan H.Delima.
Tanpa berlama lama akhir nya aku beranjak juga untuk mencari spot lain tetapi ternyata hujan menyirami Kota Pangkalan Bun yang memaksa kita untuk berhenti berkegiatan pengambilan gambar memakai drone. Setelah sekitar 2 jam akhir nya hujan pun mulai reda, segera kita berangkat ke Sungai Arut untuk meliput sunset/matahari terbenam. Namun sangat di sayangkan hujan pun mulai turun kembali dan drone pun terpaksa kita tunda kembali. Dan ternyata hujan berlangsung cukup lama hingga hampir tengah malam hujan pun masih belum berhenti jadi kita memutuskan untuk memakai drone di hari esok. Dan aku pun memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan aktifitas di esok hari.
Pada dini hari pukul 05.00 aku pun segera berangkat ke pasar untuk meliput kegiatan warga di sekitaran Pasar Indra Sari dan disana aku banyak menemukan sayuran, ikan serta buah buahan yang belum pernah aku temui sebelumnya. Dan disini juga aku menikmati sunrise yang sangat indah dan aku pun mengabdikan keindahan pagi di Pangkalan Bun.
Karna sejak dini hari belum makan jado perut mulai keroncongan akhirnya aku mampir ke rumah produksi salah satu wadai di Pangkalan Bun yaitu Untuk Untuk. Kue ini sangat enak sekalii dengan berbagai macam isian yang membuat kue ini sangat di gemari Warga Pangkalan Bun. Disini aku mampir di Warung Acil Upi pasti banyak Warga Pangkalan Bun yang tau Warung Acil Upi ini.

Setelah makan beberapa Untuk Untuk disini aku masih merasa lapar akhir nya aku mampir ke Warung Gardu untuk makan Coto Manggala kesukaanku yang berada di sekitaran pinggir Sungai Arut.
Setelah selesai makan aku pun melanjutkan perjalanan ku untuk memotret menggunakan drone, disini aku pergi ke Pasar Indra Sari, Istana Kuning, Masjid Agung Pangkalan Bun, Bundaran Pancasila dan juga Bundaran Kecubung.


Setelah berkeliling memotret menggunakan drone aku pun memutuskan untuk makan di Rumah Makan Khas Pangkalan Bun yang berlokasi Di Jl. Utama Pasir Panjang. Disana juga menyediakan berbagai macam makanan Khas Pangkalan Bun aku pun mencoba beberapa makanan seperti Gangan Asam, Iwak Saluang, Cencalu, Gegacok Cempedak, Sambal Kembang Kunyit danSambal Tarung Masam. Semua makanan disini enak enak dan cocok juga di lidahku setelah melihat kilas balik rasa nya aku ingin kembali dan memakan makanan Khas Pangkalan Bun ini.

Tak terasa waktu sudah sore dan aku pun memutuskan untuk menginap di hotel ternama yang ada di Pangkalan Bun disana pun fasilitas sangat memuaskan dengan interior yang sangat mewah di tambah dengan City View yang sangat bagus dari jendela kamar ku.

Karna terlalu asik menikmati pemandangan di atas kamar tak terasa waktu sudah malam akhirnya aku memutuskan untuk mencari makan malam dan karna posisi sedang gerimis jadi aku ingin mencari makanan yang cocok di malam hari yaitu Bakso Momy Patin yang berada di Jalan Kawitan. Disana tersedia banyak sekali jenis bakso ada Bakso Kikil, Bakso Perawan, Bakso Lava, Bakso Ceker, Bakso Gunung Merapi, Bakso Telur Puyuh dan juga Mie Ayam Bakso.
Setelah kenyang mencoba berbagai macam bakso akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat.
Saat di pagi hari tiba dan aku hendak sarapan disana aku melihat kaka yang sedang menari menggunakan pakaian adat dan akhirnya aku pun meminta berfoto dengan kaka yang sangat baik hati ini.
Di pagi yang cerah ini aku kembali berkeliling Kota Pangkalan Bun, disini aku berkunjung ke salah satu rumah makan terkenal di Pangkalan Bun yaitu Semangat47 yang sangat terkenal dengan berbagai jenis bakaran yang sangat enak. Disini aku mencoba beberapa bakaran nya yaitu Ikan Senangin bakar, Ikan Patin Bakar, Ikan Nila Bakar dan Juga Ayam Bakar disajikan dengan nasi hangat dan sambal Khas rumah makan ini ternyata benar rekomendasi warga Pangkalan Bun ga pernah gagal semua makanan disini enak enakk juaraa.

Setelah selesai makan aku pergi sedikit melipir ke daerah yang dekat dengan Kota Pangkalan Bun. Sebelum sampai kesana aku mampir dulu untuk melihat Rumah Betang Pangkalan Bun yang sangat bagus dan terawat.

Tak terasa perjalanan selama 30 menit akhir nya aku sampai di Kumai. Disini aku mampir ke pasar, dermaga yang ada di kumai. Aku pun disana bertemu beberapa penonton setia DEBM dan kami pun berbincang sangat lama hingga akhir nya aku pun di haruskan untuk kembali ke Kota Pangkalan Bun karna hari sudah mulai sore.

Sesampainya di Kota Pangkalan Bun tak lupa aku membawa oleh oleh yang sangat berharga yaitu Angin Pangkalan Bun. Disini aku mengambil angin di sekitaran pinggir Sungai Arut karna konon angin disini masih sangat jernih dan terbebas dari polusi udara jadi sangat cocok untuk di jadikan oleh oleh untuk orang tercinta.
Malam telah tiba perut sudah sangat mengamuk meminta makanan akhirnya aku pergi membeli nasi goreng yang berada di Gg. Rambai II, Madurejo. Uniknya Nasi Goreng Paman Marah ini memiliki warna yang berbeda dari nasi goreng lain nya. Biasanya, nasi goreng itu berwana coklat atau putih lain hal nya dengan paman satu ini nasi goreng nya berwarna merah mungkin ini sebab nya nama dari warung nya yaitu Nasi Goreng Paman Marah. Tapi soal rasa jangan di ragukan karna ini salah satu nasi goreng enak yang pernah aku coba.

Setelah kenyang makan aku pun kembali ke rumah temen ku dan langsung istirahat karna badan sudah bener bener cape sekali.
Tak terasa waktu nya pun telah tiba, hari dimana aku harus meninggalkan Kota Manis ini, tapi ga afdol kalau aku ga makan makanan kesukaan ku yaitu Coto Manggala untuk hari terakhir disini aku pun memutuskan untuk makan Coto tersebut di Coto Manggala Mama Fany dan Arni yang berlokasi di Mendawai Kecamatan Arut Selatan.
Setelah makan aku pun berkemas untuk meninggalkan Kota ini dan aku pun merasa sangat sedih sekali karna aku harus segera berpindah ke kota selanjutnya.




Terimakasih banyak Warga Pangkalan Bun semoga segera bisa kembali ke Kota Manis ini, terimakasih untuk 4 hari yang sangat menyenangkan dan sangat berkesan di hati. Selama disini aku beneran merasa jatuh cinta dengan berbagai tempat yang cantik, bersih dan juga makanan yang enak enak di tambah dengan warga Pangkalan Bun yang sangat ramah.
Sampai Jumpa Warga Pangkalan Bun.